Pemikiran yang belum terlalu matang telah dikarbit oleh paham – paham modernisme yang berkutat dalam imajinasi seseorang. Belum lagi di tambah dengan faktor yang di luar pemikiran kita. Kasus – kasus di jaman sekarang ini layaknya menjadi tren yang merambah di kaum hawa maupun adam. Adanya seks bebas yang katanya melandaskan persahabatan dan cinta sesaat bagai serigala berbulu domba. Gaya hidup yang bebas belum tentu bebas dari segala tirani hati yang mencekam dimana mereka mengagungkan kebebasan individu yang layaknya hewan – hewan yang bebas berkeliaran di hutan raya.
Apakah mereka masih belum belajar dari pelajaran – pelajaran yang telah terpapar jelas di masa kelam dulu, masa – masa nenek moyang kita? Mereka yang melabelkan dirinya sebagai makhluk modernitas dan orang beradab, sekarang hampir mirip onggokan daging busuk yang menghadapi kehancurannya sendiri. Alasan mereka buat sedemikian rupa yang mengatasnamakan untuk kepentingan bersama hanya sebuah kamuflase diri.
Ini bukan masalah sepele kawan. Lihatlah banyak pasangan yang tak ingin mempunyai keturunan hanya melarikan diri dari kewajiban mereka dan membuat banyak alasan yang tak berarti. Mereka beranggapan bahwa mempunyai anak adalah beban terberat bagi mereka, mereka egois! Keegoisan yang tak beralasan dan malah terlihat kekanak – kanakan.
Banyak negara modern telah di pusingkan oleh masalah gaya hidup rakyatnya keluar rel dari yang seharusnya. Jepang, Eropa dan negara yang maju lainya mengkhawatirkan rakyatnya akan punah dalam beberapa puluh tahun kedepan dan di susupi oleh genereasi orang luar. Bisa di bayangkan dimana penduduk pribumi akan menjadi makhluk langka di tanah kelahirannya sendiri seperti halnya suku aborigin dan indian.
Hal itu menjadi lelucon yang akan membuat senyum kecut. Belum ditambah lagi dengan gaya hidup yang tidak sehat. Makan yang berlebihan dan tidak memperhatikan kandungan dan apa yang di perlukan tubuh mereka. Mereka hanya mementingkan emosi nafsu makan yang di landasi oleh harga diri. Kenapa harus meracuni tubuh mereka sendiri? meminum racun dengan sukacita? Manusia ternyata lebih pintar akan melakukan hal kebodohan yang jelas – jelas mereka sadari.
Sungguh sangat ironis kehidupan jaman ini. Kematian pada usia produktif membuat bergesernya garis usia manusia dari grafik kehidupan maka hampir dipastikan beberapa abad kemudian umur manusia tidak akan sampai pada umur 40 tahun dan bersiap – siaplah untuk menghadapi kepunahan. Mungkin 100 abad kedepan di toserba dekat pasar akan di jubeli oleh kecoa – kecoa yang berdiri menenteng alat komunikasi dan beberapa barang belanjaan. Bukan di pungkiri bahwa organisme yang bernama insecta tersebut pernah merajai di dunia ini. Dan bahkan organisme yang dari sebagian masyarakat dianggap hama atau hewan yang kotor itu bisa beradaptasi dengan radiasi nuklir!
Sedangkan kita makhluk homo sapiens yang katanya makhluk yang sempurna di muka bumi ini bisa meregang nyawa bila terkena kanker ataupun tumor. Jangan pernah terpengaruh dengan arus filosofi modern yang menyesatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar