Senin, 24 November 2008

Terhempas Dalam Emosi


Dalam sebuah kehidupan yang dijalani oleh semua umat yang berjenis homo sapiens atau yang bernama manusia ini. Pada saatnya akan mendapatkan ganjalan dalam kehidupannya masing-masing. Kadang kala saat kita marah, suka, duka, menangis semua adalah emosi yang diciptakan oleh suatu bentuk cermin diri yang diproses melalui sebuah benda yang bernama otak. Sebuah jendela yang kasat mata terdapat di dahi kita masing-masing insan dan sebuah kaca kehidupan yang tercermin pada mata kita.
Mengendalikan emosi yang sesaat membludak dalam hati dan diproses ke otak kita, entah bagaimana kita bisa mengekspresikan sebuah moment yang menyedihkan, yang menyenangkan, yang memuakkan dalam sebuah perilaku dasar manusia. Seorang manusia yang dapat mengatur emosi yang meluap-luap, merekalah yang berhasil dalam menhadapi kehidupannya. Menerka-nerka apakah perlu untuk di perlihatkan atau di pendam untuk sesaat. Ini sama halnya dengan memanipulasi kerja otak dan hati yang hasilnya akan memanipulasi ekspresi kita. Tegar pada saat yang dibutuhkan, sedih pada saat yang tepat.
Sempat saya sebagai penulis yang mencoba dan hasilnya menjadi orang yang bisa mengatur emosi. Tapi jangan sampai salah kaprah seperti halnya pada saat di putus pacar maka kita tertawa atau halnya pada saat menonton komedi kita menangis. Walla!!! jadilah kita menjadi sesosok yang muskil dan dekil, orang gila. hm..... [option in ur hand now]

Tidak ada komentar:


ShoutMix chat widget